Gus Salam Kritik Pelaporan Komika Pandji ke Polda sebagai Tindakan Emosional

Pengasuh Ponpes Mamba’ul Ma’arif menilai materi stand up comedy Pandji Pragiwaksono cerminkan keganjilan demokrasi yang sudah jadi pembicaraan interna…

Bandar Togel Online — Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang, KH Abdussalam Shohib atau yang akrab disapa Gus Salam, memberikan kritik terhadap langkah sejumlah pemuda Nahdlatul Ulama (NU) yang melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya. Menurutnya, tindakan tersebut bersifat emosional dan jauh dari karakter mandiri dalam menyikapi suatu persoalan dengan elegan.

Materi Komedi sebagai Cermin Keganjilan

Gus Salam menjelaskan bahwa apa yang disampaikan Pandji Pragiwaksono dalam pertunjukan stand up comedy “Mens Rea” tidak lebih dari sebuah pengungkapan terhadap berbagai ‘keganjilan’ dalam praktik berdemokrasi, berpolitik, dan bernegara di Indonesia. Ia menilai Pandji mengekspresikan keganjilan tersebut secara verbal melalui kemasan lawakan tunggal bernuansa kritik sosial.

Isu yang Sudah Menjadi Pembicaraan Internal

Lebih lanjut, Gus Salam menyatakan bahwa materi lawakan Pandji terkait keterlibatan NU dalam politik praktis dan imbalan konsesi tambang, sejatinya telah menjadi bahan pembicaraan di kalangan internal NU sendiri. Isu tersebut, katanya, telah tertanam di pikiran banyak nahdliyyin dan bahkan cenderung menjadi lelucon di berbagai forum.

Sebagai Wakil Ketua PWNU Jawa Timur periode 2018-2023, Gus Salam mengakui bahwa keterlibatan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam politik praktis memang telah menjadi konsumsi publik. Fakta ini telah dikaji dan diperdebatkan dalam berbagai forum, baik di tingkat lokal maupun nasional, oleh masyarakat dari berbagai kalangan, baik internal maupun eksternal NU.

Indikator yang Teramati Publik

Gus Salam menegaskan bahwa indikator keterlibatan tersebut dapat dengan jelas terlihat dan diamati oleh masyarakat, khususnya dalam kurun waktu 2023 hingga 2024. Fenomena ini menonjol pada masa jelang, selama, dan pasca penyelenggaraan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Pernyataannya menggarisbawahi bahwa kritik yang disampaikan melalui medium komedi seringkali berangkat dari observasi terhadap realitas yang telah diakui secara luas.